Fashion Pria Modern
Jembatan Ampera di Palembang dibangun mulai tahun 1962, diresmikan pada 10 November 1965, dan menggunakan dana pampasan perang Jepang. Awalnya bernama Jembatan Soekarno sebelum diubah menjadi Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat).
Pembangunan dan Pendanaan
Ide awal untuk menghubungkan Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang terpisah oleh Sungai Musi.
Dibangun menggunakan biaya dari harta rampasan atau pampasan perang Jepang.
Melibatkan tenaga ahli dan perusahaan konstruksi dari Jepang.
Perubahan Nama
Semula dinamakan Jembatan Soekarno sebagai bentuk terima kasih kepada Presiden Soekarno.
Presiden Soekarno menolak nama tersebut agar tidak menimbulkan tendensi individu.
Nama diganti menjadi Ampera mengikuti slogan politik bangsa Indonesia saat itu, yakni Amanat Penderitaan Rakyat. [1, 2]
Keunikan dan Perubahan Struktur
Pada masa awal peresmiannya, bagian tengah jembatan dapat diangkat ke atas supaya kapal besar bisa lewat di Sungai Musi.
Bagian tengah ini memiliki berat 944 ton dengan dua buah bandul raksasa masing-masing seberat 500 ton.
Sejak tahun 1970, bagian tengah jembatan sudah tidak lagi diangkat karena pertimbangan usia dan fungsi.